News

 

Below you can find some articles and news regarding infrastructure related news and updates all around Indonesia.

Industri tiang pancang ukuran besar pertama di Indonesia mulai beroperasi

Friday, 23 August 2013 | 16:06 WIB | RB | The Banten Journal | Serang | Banten

Pertumbuhan bisnis konstruksi turut memberikan efek yang signifikan trehadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini berdampak pun kepada pemeneuhan kebutuhan produk tiang pancang berukuran besar untuk pembangunan proyek infrastruktur.

Hal ini disampaikan oleh Abdul Haris Tatang, Direktur Utama PT Dirganeka Precast, produsen tiang pancang berukuran besar pertama di Indonesia saat peresmian beroprasinya indusrti tersebut di Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Kamis.

PT Precast akan memproduksi tiang pancang bulat (spun pile) berdiameter 800 hingga 1.200 mili meter dengan panjang maksimum sampai 36 meter, tanpa sambungan.

"Pabrik ini juga akan memproduksi tiang pancang kotak (square pile), dinding penahan tanah berupa CCSP (corrugated concrete sheet pile) ataupun FSP (falat sheet pile), girder dan produk custom lainnya seperti half slab, beam, dan lain-lain," kata Abdul sebagaimana dikutip www.radarbanten.com.

Untuk tiang pancang jenis spun pile, PT Prescat mampu memproduksi sebanyak 324,000 meter kubik per tahun. "Jadi produk ini dapat digunakan untuk kebutuhan proyek berskala besar seperti proyek pembuatan kali baru, jembatan selat sunda dan proyek besar lainnya. Kita berkomitment untuk terus berupaya dan menghasilkan produk-produk dengan kualitas tinggi," katanya.

Wakil Menteri BUMN Wahyudin Mahmuddin Yasin yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan dengan dibangunya pabrik tiang pancang terbesar pertama di Indonesia, maka kebutuhan proyek-proyek yang berskala lokal dan internasional diharapkan dapat terpenuhi.

"Kita harapkan pabrik ini dapat memenuhi kebutuhan proyek pembangunan skala internasional, seperti pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), proyek pembangunan kali baru yang berada di Jakarta dan sebagainya," uarnya.

Source : The Banten Journal